Senin, 19 Maret 2018

Tips Memilih Partisi untuk Rumah Anda

Partisi sering kita jumpai di dalam rumah, terutama rumah-rumah berkonsep minimalis yang menjadi salah satu tren saat ini. Namun partisi atau pembatas ruangan juga dijumpai di rumah – rumah dengan ruangan yang cukup luas, kemudian pemiliknya membagi ruangan tersebut ke dalam beberapa bagian.

tips-memilih-partisi-rumah-interior-lampung
Partisi Rumah, foto: InterDesain.com

Tips Serta Pertimbangan dalam Memilih Partisi

tips-dan-pertimbangan-memilih-partisi-rumah-interior-lampung
Partisi Ruangan bisa semakin  mempercantik interior rumah, foto; pinterest.co.uk

Anggaran atau Budget untuk Partisi
Sebelum membeli partisi perlu memperhatikan seberapa besar anggaran atau budget yang dimiliki. Budget tidak hanya untuk pembelian, namun juga budget untuk pemasangan partisi. Setelah itu anda bisa mengukur ruangan yang hendak diberi partisi. Pengukuran dilakukan untuk mengatasi besar kecilnya partisi ruangan yang akan dibeli.

Sesuaikan Desain Partisi Dengan Desain Ruangan
Desain partisi ini diselaraskan oleh konsep ruangan rumah anda. Dalam memilih dan membeli partisi, biasanya sesuaikan dengan tujuan serta lokasi penempatan. Untuk partisi yang akan digunakan di rumah, pastinya partisi dengan model dan desain yang unik serta artistik lebih disukai.

Jenis Material Partisi


jenis-material-partisi-rumah-interior-lampung


Material partisi sebaiknya disesuaikan dengan jenis penyekat ruang yang akan anda beli, misal partisi non permanen dari bambu atau kayu jati. Untuk yang permanen bisa dari gypsum atau tembok. Selain itu, partisi tersebut harus menyediakan tempat bagi pemilik rumah untuk berkreasi. Jangan lupa, pertimbangkan juga material yang tepat. Usahakan jangan memilih partisi berbahan kaca bila Anda memilik anak kecil di rumah.  Perhatikan material fishingnya apakah sudah sesuai dengan konsep desain. Setelah semua jadi, anda boleh beralih ke urusan lain. Yakni mengharmonisasikan partisi dengan furniture yang lain. Dalam hal ini sebaiknya anda menyamakan jenis material partisi dengan furniture lain yang ada dalam ruangan.


Baca ini : Trend Desain Interior Rumah tahun 2018



Pengetahuan Penting Tentang Partisi Rumah

pengetahuan-penting-tentang-partisi-rumah-interior-lampung
Partisi, foto: buka lapak


Fungi Partisi Dalam Rumah


Fungsi Partisi dalam rumah antara lain: 
  • Partisi merupakan elemen interior rumah yang berfungsi membagi ruangan besar ke dalam beberapa bagian ruang yang lebih kecil. Maka sebagian orang menyebut partisi sebagai screens  atau dividers.  Misalnya partisi yang diletakkan di ruangan depan, berfungsi memisahkan antara ruang tamu dan ruang keluarga. Atau partisi yang ditempatkan di bagian belakang memisahkan antara ruang keluarga dengan dapur.
  • Selain untuk membagi ruang besar menjadi beberapa ruang kecil, biasanya partisi ini digunakan juga untuk memisahkan area publik dengan area privasi di suatu rumah. 
  • Partisi tidak hanya berfungsi sebagai pelengkap, namun juga dapat dimanfaatkan untuk mempercantik interior ruangan rumah Anda. Sebagai elemen estetika, ada berbagai model serta desain partisi dengan konsep dan penataan tertentu, misalnya untuk konsep bisnis, personal, maupun komersial. bahan yang digunakan untuk membuat partisi beragam pula jenisnya.  





Rupa-rupa Bentuk Partisi Rumah

Partisi biasanya juga berfungsi sebagai dinding ruangan, dinding ruangan yang bersifat tidak permanen, dalam artian dapat dipindah-pindah.  Partisi ruangan dalam rumah bisa berupa lemari,  rak buku, tiang-tiang, dan banyak jenis lainnya juga berfungsi untuk pembatas ruangan.


Tipe-tipe Partisi

Di pasaran, tentunya kita menjumpai beragam varian partisi. Namun setidaknya partisi-partisi tersebut dapat digolongkan ke dalam 3 tipe.

  1. Tipe partisi yang paling banyak digunakan adalah akordion, folding panel dan juga portabel ( mobile/ dapat dipindah – pindah). Tipe partisi akordion biasanya terpasang di langit – langit dan menjuntai ke bawah, misalnya seperti gorden atau tirai. 
  2. Tipe partisi folding panel biasanya terdiri dari 2 atau 3 panel yang berdiri dan dapat dilipat. 
  3. Sedangkan tipe partisi yang portable/mobile, biasanya di bawah partisi terdapat roda sehingga memudahkannya untuk dipindah atau digeser dari tempatnya semula.


Material untuk Membuat Partisi

Sebuah partisi bisa terdiri dari satu macam material, tapi bisa juga terdiri dari berbagai macam material yang dikombinasikan menjadi satu melalui proses manufaktur. Material yang banyak digunakan misalnya kayu, plastik, bambu, vinyl, kulit, kaca, rotan, dan sebagainya. Setiap material tersebut kemudian terbagi dalam beberapa konsep serta desain. Selain itu, terkadang ada juga partisi yang hadir sekaligus sebagai marker boards (Papan penilai), papan tulis, meja, dan biasanya tipe-tipe partisi tersebut lebih banyak digunakan di kelas atau di ruang kerja.


Fitur-fitur yang ada pada Partisi

Seperti halnya dinding, Anda pun bisa menerapkan penggunaan aksesoris atau hiasan yang biasa kita aplikasikan pada dinding. Misalnya, dengan mengecat partisi ini dengan berbagai macam warna atau motif yang menarik. Bisa juga kita menggantungkan cermin, foto keluarga, atau lukisan pada partisi ini. Ukuran dari partisi ini juga bervariasi dan tentunya disesuaikan dengan lebar dan tinggi ruangan. Bahkan ada partisi yang tingginya bisa hampir mengenai tinggi ruangan, sehingga hanya ada jarak kecil antara tepi partisi dengan langit- langit rumah.



Demikian Artikel Rumah Interior Lampung berjudul Tips Memilih Partisi Rumah.





Label: ,

Senin, 05 Maret 2018

Mengenal Arti Warna dan Psikologi Warna

the-psychology-of-color
Psikologi Warna / The psychology of Color, foto: artroom.studio

Warna bukan hanya bisa menciptakan keindahan, namun warna juga memiliki arti. Banyak penelitian mencoba mengungkapkan korelasi warna dengan karakter dan psikologis, dalam kehidupan manusia.


Arti Warna, Psikologi Warna, dan Pengaruhnya Dalam Kehidupan Manusia


arti-dan-psikologi-warna
Arti dan Psikologi Warna, foto : home.planetfem.com

Kuatnya pengaruh warna bahkan pernah diungkapkan oleh Darwis Triadi, seorang fotografer Indonesia dalam bukunya Color Vision: “Dengan warna kita bisa menciptakan suasana teduh dan damai. Dengan warna pula kita dapat menciptakan keberingasan dan kekacauan”. Pernyataan Darwis itu berkaitan dengan konsep psikologi warna, yang kelak menjelaskan hubungan antara manusia dan cara mereka memersepsikan warna-warna di sekitar.

Oleh sebab itu kemudian warna menjadi pertimbangan penting dalam pembuatan logo perusahaan, organisasi, instansi, atau partai politik, sebab diyakini dapat menciptakan nuansa tertentu di tempat-tempat seperti rumah sakit, institusi pendidikan, hingga rumah makan.



Arti Warna dalam Dunia Desain

arti-warna
Lingkaran Warna yang memiliki Arti, foto: Codesigncod


Berikut ini rincian arti warna dasar dari gambar di atas, serta pengaruhnya dalam dunia desain yang perlu Anda ketahui.


1. Arti Warna Merah

Dunia psikologi mengaitkan arti warna merah dengan energi, gairah, kekuatan, kegembiraan, cinta, enerjik, kemewahan, nafsu dan peringatan. Selain itu, warna merah juga identik dengan kekerasan, kecemasan, bahkan agresivitas.  Warna merah juga berkonotasi dengan kekuatan, adrenalin, gairah, serta semangat.

Sedangkan warna merah muda (campuran merah dengan putih) atau kita kenal dengan warna pink dianggap melambangkan cinta dan romantisme. Itu sebabnya, merah muda identik dengan warna “cinta”, berhubungan dengan perempuan, dan kesan feminim.



2. Arti Warna Kuning

Warna kuning, sebagaimana warna terang lainnya, bisa memberikan kesan ceria, bahagia, energik, dan rasa optimis. Adapun penggunaan warna kuning pada ruangan dipercaya mampu merangsang aktivitas pikiran dan mental, bahkan berdampak pada meningkatnya kemampuan analisis seseorang.

Mereka yang menyukai warna kuning cenderung lebih bijaksana, cerdas (akademis), kreatif, serta piawai dalam menciptakan ide dan berinovasi. Di sisi lain, warna kuning juga dianggap memiliki kecenderungan akan kecemasan, inkonsisten, rasa gelisah, bahkan tekanan stres khususnya bagi mereka si penggemar warna kuning.




3. Arti Warna Biru

Warna biru melambangkan suatu hubungan profesionalitas, kecerdasan, kepercayaan diri, bahkan menjadi simbol kekuatan. Sayangnya, warna biru juga kerap berasosiasi dengan sikap dingin, keras kepala, tidak ramah, dan kurangnya empati.

Dalam ranah desain interior, warna biru sering kali digunakan untuk menciptakan kesan luas, stabil, sejuk, dingin, dan relaksasi pada ruangan. Dari segi kesehatan, penggunaan warna biru diyakini mampu meningkatkan konsentrasi, mengatasi rasa cemas, tekanan darah tinggi, migrain, bahkan insomnia.


4. Arti Warna Hijau

Menjadi representasi dari warna alam, warna hijau sarat akan harmoni (keseimbangan), kesuburan, kesegaran, kedamaian, hingga efek relaksasi bagi seseorang. Warna hijau dipercaya mampu menurunkan stres, melambangkan penyembuhan, hingga mendorong perasaan empati. Dalam psikologi warna, hijau kerap digunakan untuk membantu seseorang yang berada dalam situasi tertekan-agar lebih mampu menyeimbangkan dan menenangkan emosinya.

Di balik itu, warna hijau punya efek negatif dapat menimbulkan rasa terperangkap, kebosanan, ambisi, dan kelemahan.


5. Arti Warna Orange atau Jingga

Warna Orange dianggap mampu “merangsang” emosi, tidak heran jika warna orange kerap digunakan pada tempat-tempat makan atau justru di lingkungan kerja yang membutuhkan produktivitas. Dengan daya tariknya yang kuat, warna orange melambangkan kehangatan, kenyamanan, keceriaan, bahkan optimisme.

Sayangnya, dalam dunia desain, penggunaan warna oranye yang berlebihan dapat memberikan kesan “murah”, atau “mudah dijangkau”. Penggunaan warna orange secara dominan bahkan bisa menciptakan kesan ramai, gaduh, hingga merangsang perilaku hiperaktif. Sebagai penyeimbangnya, Anda dapat menggunakan warna ungu atau biru.




6. Arti Warna Ungu

Jarang ditemukan di alam, membuat warna ungu kerap dipersepsikan dengan imajinasi, spiritualitas, dan sisi misterius. Itu sebabnya, penggunaan warna ungu dianggap mampu menarik perhatian, memancarkan kekuatan, bahkan tidak lepas dari kesan lain, seperti ambisius, independen, kebijaksanaan, visioner, bahkan kemewahan.

Sayang, penggunaan warna ungu secara berlebihan juga memiliki sisi negatif dan memiliki kesan kurang teliti dan “kesendirian”.



7. Arti Warna Hitam

Hitam itu elegan, berkesan misterius, namun atraktif. Warna hitam merepresentasikan kekuatan, rasa percaya diri, dramatis, misterius, klasik. Bahkan dalam banyak kasus: melambangkan maskulinitas.

Namun, penggunaan warna hitam yang terlalu dominan, bahkan secara tidak seimbang, dapat menciptakan kesan lain, seperti suram, gelap, bahkan menakutkan. Adapun pemakaian dalam intensitas besar bisa saja menimbulkan perasaan tertekan yang lekat dengan kondisi hampa, kerusakan, duka, hingga kematian.



8. Arti Warna Putih

Kontras dengan warna hitam, warna putih erat kaitannya dengan kesan bersih, suci, ringan, dan “terang”. Adapun diyakini punya “kekuatan” untuk mengurangi rasa sakit, tidak heran jika warna putih sering kali dijumpai dalam dunia kesehatan. Seperti halnya di rumah sakit.

Sementara warna putih dalam jumlah yang “sesuai” dapat memberi kesan keterbukaan dan kebebasan. Namun, penggunaan warna putih secara berlebihan bisa saja berdampak pada nyeri kepala dan mata lelah.


9. Arti Warna Coklat

Masuk dalam kategori warna alam yang “netral”, warna cokelat identik dengan stabilitas dan kehangatan. Biasa bersanding dengan warna hijau, paduan cokelat sendiri dipercaya mampu menciptakan kenyamanan, keakraban, serta rasa “aman”.

Namun penggunaan warna cokelat secara berlebihan bisa saja memberikan kesan dominan yang kaku, kolot, pesimis, bahkan  tidak berperasaan.



10. Arti Warna Abu-abu

Campuran antara warna hitam dan putih ini kerap kali digunakan sebagai “penetral”. Dalam sisi positif, warna abu-abu menggambarkan keseriusan, kestabilan, kemandirian, bahkan memberikan kesan bertanggung jawab.

Akan tetapi penggunaan warna abu-abu yang terlalu dominan berdampak pada munculnya kesan membosankan dan tidak komunikatif. Selain itu, beberapa kesan negatif akan muncul seperti  kurang percaya diri,  kurang energi (tidak atraktif) bahkan depresi.



11. Arti Warna Emas

Warna emas memiliki makna prestasi, kesuksesan, kemewahan, kemenangan dan juga kemakmuran. Sama seperti emas dalam bentuk fisik yang menjadi komoditas berharga dan juga prestise di setiap negara.



12. Arti Warna Tosca

Dalam psikologi warna, warna tosca atau turquoise memiliki makna keseimbangan emosional, stabilitas, ketenangan dan juga kesabaran. Warna tosca dipercaya dapat memberikan semangat ketika seseorang stress mental atau kelelahan dan juga dihinggapi rasa kesepian.

Warna toska adalah warna yang baik untuk membantu konsentrasi dan menenangkan sistem saraf sehingga pikiran menjadi lebih jernih juga percaya diri. Warna tosca cocok digunakan untuk pembicara ataupun untuk anda yang sering bekerja ‘multi-tasking’.



13. Arti Warna Magenta

Warna magenta merupakan perpaduan antara warna merah dan ungu. Kandungan warna merah yang bermakna semangat, kekuatan dan energi tertahan oleh energi tenang warna violet sehingga menciptakan keseimbangan.

Maka dari itu. Warna magenta memiliki makna keseimbangan baik itu keseimbangan dalam aspek fisik, mental, spiritual ataupun emosional. Selain itu warna magenta memiliki filosofi perubahan atau transformasi. Perubahan dari rasa ketidakbahagiaan, frustasi dan marah menjadi kearah yang lebih baik.




Butuh Desain Interior Rumah ? : Contact Us



Label: ,